![]() | |
| Sumber foto: Google pictures |
Andika Mei Setiawan
Mau
berinvestasi tapi bingung mau investasi apa? Cobalah untuk berinvestasi
reksadana. Ini ada beberapa tips yang bisa suar berikan, dikutip dari
cermati.com:
1 1. Tentukan
tujuan
Pertama-tama,
tentukan tujuan sobat menginvestasikan uang yang ada untuk membeli reksadana.
Apakah sebagai modal anak sekolah hingga ke perguruan tinggi, rumah masa depan,
ataukah sebagai dana pensiun. Hal ini berhubungan dengan jangka waktu investasi
dan jenis reksadana yang tepat untuk sobat. Sebab, percuma juga kita
berinvestasi tanpa ada tujuan yang jelas. Ada berbagai tujuan yang biasanya
digunakan orang-orang untuk berinvestasi reksadana. Jadi, pikirkan dulu hal
ini.
2 2. Kenali
jenis-jenis reksadana
Sebelum
menginvestasikan uang sobat pada reksadana, sebaiknya sobat mengetahui lebih
dulu jenis-jenis reksadana yang ada. Ada beragam jenis reksadana, mulai dari
reksadana pasar uang, pendapatan tetap, terproteksi, campuran, saham, index,
dollar, syariah, dan penyertaan terbatas. Adapun, yang paling populer saat ini
adalah reksadana pasar uang, dana pendapatan tetap, dana terproteksi, campuran,
dan saham. Berikut penjelasannya.
-
Reksadana Pasar Uang
Reksadana
ini seluruhnya ditempatkan pada deposito, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), dan
obligasi. Jatuh temponya kurang dari satu tahun. Reksadana ini relatif lebih
aman dari pada reksadana lainnya, namun potensi keuntungannya hanya sedikit di
atas deposito.
-
Reksadana Pendapatan Tetap
Reksadana
pendapatan tetap dananya dialokasikan ke obligasi minimal 80%. Return-nya lebih
tinggi dari pada reksadana pasar uang. Umumnya, return-nya bisa mencapai lebih
dari 10% per tahun.
-
Reksadana Terproteksi
Reksadana
terproteksi menempatkan sebagian dananya dalam instrumen obligasi yang dapat memberikan perlindungan atas nilai
investasi pada saat jatuh tempo. Reksadana ini memiliki perlindungan 100% pada
nilai pokok investasi jika dicairkan sesuai dengan jangka waktu yang telah
ditentukan sebelumnya.
-
Reksadana Campuran
Sesuai
namanya, reksadana campuran mengalokasikan dananya di berbagai instrumen
keuangan, seperti deposito, obligasi, dan saham. Karena dapat berinvestasi
saham, reksadana campuran lebih beresiko. Akan tetapi, hasil return-nya yang
lebih tinggi daripada reksadana pendapatan tetap.
-
Reksadana Saham
Reksadana
saham menempatkan dananya minimal 80% ke saham. Sehingga, Anda berpotensi
mendapatkan keuntungan yang paling besar daripada reksadana yang lain. Namun
demikian, resikonya juga paling besar.
3 3. Tentukan
jangka waktu investasi
Berinvestasi
reksadana membutuhkan jangka waktu yang berbeda-beda. Ada yang untuk kurang
dari setahun, 1-3 tahun, 3-5 tahun, dan lebih dari 5 tahun. Untuk jangka waktu
kurang dari setahun, sebaiknya sobat memilih reksa dana pasar uang. Untuk investasi
1-3 tahun, sobat dapat memilih reksa dana pendapatan tetap. Untuk jangka waktu
3-5 tahun, gunakanlah reksa dana campuran. Terakhir, untuk sobat yang
menginginkan investasi jangka panjang, yakni lebih dari 5 tahun, gunakanlah
reksa dana saham.
4 4. Langkah-langkah
investasi reksadana
Tentukan
mana yang sesuai dengan kebutuhan sobat. Ingin uang lebih aman dengan hasil
keuntungan yang terbatas? reksa dana pasar uang jawabannya. Pendapatannya tetap
dan terproteksi. Jika sobat ingin keuntungan yang lebih tinggi dan sanggup
menerima resiko yang lebih tinggi, reksa dana campuran dan saham adalah pilihan
yang cocok.
Langkah
kedua, pilih produk reksa dana yang sesuai dengan pilihan jenis reksa dana sobat.
Lihat rekam jejak keuntungannya selama 3 tahun terakhir. Pastikan keuntungannya
konsisten. Sehingga sobat tahu bahwa sobat tidak akan mengalami kerugian.
Sobat
dapat mencari informasi lebih lanjut mengenai reksa dana yang sobat butuhkan
melalui media internet atau menghubungi langsung pihak yang menjual reksa dana
tersebut. Cari tahu biaya yang dikenakan pada reksa dana yang sobat inginkan,
mencakup biaya pembelian dan penjualannya. Untuk memulainya, sisihkanlah
minimal 20% pendapatan sobat untuk investasi reksa dana setiap bulannya.
5 5. Pastikan
reksadana memiliki izin
Reksadana
adalah investasi yang legal karena memiliki izin dari OJK. Perizinan ini
memiliki banyak syarat dan bersifat mutlak sehingga dapat dipercaya
kebenarannya. Tidak hanya itu, manajer investasi yang mengelola reksadana
tersebut juga harus memiliki izin. Untuk itu, pastikan dan cek perizinan dari
reksadana dan manajer investasi sobat. Jika meragukan, sobat berhak untuk
menolak tawaran berinvestasi.
Selain
itu, pegecekan izin ini juga merupakan bentuk upaya preventif agar sobat tidak
tertipu oleh bentuk investasi bodong atau abal-abal. Hal ini karena investasi
bodong tentu saja tidak memiliki izin karena tidak memenuhi standar dan
persyaratan dalam mengelola investasi yang bersih dan sehat.
Investasi
bodong biasanya menawarkan keuntungan investasi yang sangat besar. Namun, bisa
jadi resiko yang ditanggung juga besar. Oleh karena itu, mau setingi apa pun
potensi keuntungannya, sobat tidak boleh tergiur jika pihak yang menawarkan
tidak memiliki izin yang resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
6. Baca
prospektus reksadana
Bagaimana
sobat mengetahui poin perizinan di atas? Tentunya, sobat harus membaca dan
memahami isi prospektus. Prospektus dapat dikatakan sebagai buku manual untuk
berinvestasi di reksadana. Segala macam informasi yang sobat butuhkan tentang
reksadana ada di sini, mulai dari perizinan, manajer investasi, kebijakan
investasi, biaya-biaya investasi, hingga tata cara pembelian dan penjualan
reksadana.
Untuk
itu, membaca prospektus adalah hal yang wajib dan mutlak bagi sobat. Tidak
hanya membaca, sobat pun harus memahami setiap detail isinya. Jika kebingungan,
tidak perlu ragu untuk bertanya. Jika sobat sudah terlanjur berinvestasi dan
belum memahami isi prospektus, sebaiknya sobat segera mengaksesnya. Pemahaman
prospektus menjadi hal yang penting karena menyangkut uang yang sobat
investasikan. Tentunya sobat tidak ingin menyesal karena minimnya informasi
yang sobat punya bukan? Untuk itu pelajarilah prospektus.
Selain
itu, alangkah lebih baik jika jasa reksadana sobat memiliki sistem online untuk
memutakhirkan informasi seputar reksadana. Biasanya, setiap kali akan melakukan
investasi, sobat akan diingatkan untuk membaca dan mengonfirmasi apakah sobat
telah membaca prospektus. Hal ini adalah jalan yang baik untuk sama-sama tahu.
Sehingga sobat dapat berinvestasi dengan aman dan nyaman. Tentu saja jika
investasi palsu tidak akan memiliki prospektus karena ciri dari hubungan
investasi yang sehat adalah dengan adanya transparansi.
Nah, sekarang sudah tahu kan
bagaimana cara memulai investasi reksadana yang benar. Jadikan hal itu sebagai
salah satu hal yang bisa menjamin masa depan kita. Sebab, berbeda dengan saham,
reksadana lebih tepat dijadikan sebagai investasi jangka panjang. Bagi yang
baru belajar investasi, mulai saja dari produk yang modalnya di bawah
Rp100.000. Jadi, tunggu apa lagi, yuk mulai berinvestasi!

Komentar
Posting Komentar