Bronjong Pembawa Prahara

                                             Sumber: yudibatang.com

            Bagi teman-teman yang tinggal di Jawa Tengah, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah bronjong. Ya, bronjong adalah keranjang terbuka besar yang terbuat dari anyaman bambu, biasanya diletakkan di belakang pengendara sepeda motor. Biasanya bronjong ini digunakan untuk berjualan, seperti jualan kerupuk, atau untuk wadah barang yang jumlahnya banyak. Padahal penggunaan bronjong sebenarnya dilarang dalam peraturan lalu lintas, karena pengendara tidak diperbolehkan membawa muatan yang melebihi kapasitas kendaraannya. Selain itu, muatan yang dibawa juga tidak boleh melebihi lebar kendaraan. Ya seperti bronjong ini.
Jadi sebenarnya sudah jelas kalau kita tidak diperbolehkan membawa muatan dalam bentuk bronjong. Hal ini tentu sangat mengganggu pengguna jalan lainnya, karena dapat mempersempit jalan yang dilewati. Selain itu, sudah banyak kecelakaan yang terjadi akibat bronjong ini, kebanyakan terjadi karena pengendara menghindari kendaraan yang bermuatan bronjong.
Pengendara yang membawa bronjong biasanya egois. Ia mengendarai motornya seakan-akan tidak membawa beban apapun, padahal jelas-jelas bronjong-nya bisa menyerempet pengendara lain. Nah, kalau sudah keserempet bronjong, lalu jatuh, repot juga kan? dan biasanya si empunya bronjong nggak peduli tuh, dia tetap jalan dengan santainya. Pasti kita suka sebel ya sama kelakuan para pembawa bronjong itu, biasanya kecepatan motornya nggak pelan, tapi nggak cepet juga, jadi nanggung. Kita mau nyelip juga ragu-ragu, karena ada kendaraan lain dari arah berlawanan. Akhirnya kita terpaksa ngikutin di belakang bronjong itu pelan-pelan sampai ada kesempatan buat mendahului.
Zaman sekarang, bentuk bronjong sudah bervariasi, nggak harus yang terbuat dari bambu. Para penjual bakso bakar, bakso kuah, roti bakar, siomay, dan lain-lain sekarang juga menggunakan bronjong. Tetapi ukurannya lebih kecil dan tertutup, biasanya menggunakan bahan dari stainless steel yang anti karat. Cara ini memang lebih praktis dan higienis, karena digunakan untuk membawa makanan yang harus selalu terjaga kebersihannya. (AAW)

Komentar